Monday, 17 February 2014

Trimester Ketiga


Masuk ke trimester terakhir dari kehamilan pertamaku, gembira rasanya karna sudah memasuki bulan2 terakhir, semakin dekat dengan kelahiran putra pertama kami. Aku mulai merasa ada tendangan2 yg membuatku perutku menonjol dan bergolak lucu. Hahaha, aku sangat menikmatinya. Dia bisa menendang dari sisi kiri, berputar, menendang perut sebelah kanan, seperti meninju, seperti detak jantung yang berirama beraturan, yang ternyata adalah cegukan alias hiccup, hahaha.
 
Di rumah, aku sering membuka bajuku, mengelus perutku langsung sambil seolah-olah bicara padanya. Aku merasa dia merespon. Well, disaat aku bicara dan tiba2 saja, secara kebetulan, dia menendang, aku akan sangat gembira, bahkan sampai menelpon Mz hanya untuk menceritakannya. Tidak, aku tak bisa menunggu sampai dia pulang, ini hal yg sangat spontan dan aku akan lebih bahagia waktu mendengar tawa Mz di ujung telpon :D

Di trimester ini aku mulai ada aktivitas yg cukup menguras tenaga. Aku mengajar di bimbel, berkisar 4-6 jam seiap harinya. Berdiri di depan kelas, menerangkan, naik turun tangga, berjalan. Aku anggap itu olahraga pun supaya aku gak kesepian di rumah. Setidaknya waktu ngajar aku bisa bertemu dengan teman2 sesama pengajar dan juga murid2 SMA ku. Mereka sangat perhatian bahkan untuk hal sekecil : aku tidak boleh makan telat, antar-jemput naek motor, dipinjami payung waktu aku ngotot pulang jalan kaki, diberikan dispensasi untuk gak ikut rapat malam hari. Don’t u think that it’s so sweet actually?? aku merasa berkelimpahan perhatian. Mungkin karna aku satu2nya yg hamil saat itu. Aku sangat bersyukur.
Beban di perutku semakin terasa. Aku jadi gampang lelah kalo harus naek turun tangga dua kali saja. Apalagi berjalan-jalan di mall, rasanya betisku bengkak dan tak kuat lagi melangkah. Aku merasa lemah. Tapi sebenernya tubuhku masih kuat, dalam artian aku gak sampe lemes dan makanku masih banyak. Kalo boleh dibilang super banyak. Hahaha..

Awal oktober, tepat 8 bulan kehamilanku, tersiar pengumuman magang di Malang. Aku harus kesana padahal posisiku masih di Bintaro. Awalnya bimbang mau naek transport apa, tapi akhirnya memutuskan untuk naek pesawat karna gak bakalan betah seharian duduk di kereta sendirian. Akhirnya aku dan Mz pergi ke dokter kandungan langganan kami, menanyakan keadaan dan kemungkinan untuk naek pesawat. Alhamdulillah, dedek di perut cukup oke untuk dibawa terbang.
Di bandara, aku terpaksa harus berbohong pada petugas tentang usia kehamilanku yg sebenernya tidak diperbolehkan untuk naek pesawat. Mereka percaya dengan usia kandungan yg kubilang 5 bulan. Mungkin karna maxi dress yg kupakai, jadi bulatnya perutku bisa tersamarkan.
Aku sampai di Malang dengan selamat. Tidak ada keluhan yg aku rasakan kecuali lapar yang amat sangat #sudahbiyasaaa :D well, inilah trimester ketiga. Dimana bulan2 menuju tanggal kelahiran seperti merangkak dan terasa lebih lama.

Sebulan lagi kita ketemu Sayangkuu..  selaksa doa dari Ayah dan Ibumu. We <3 you. :)

Thursday, 19 September 2013

Trimester Kedua


Jadii… bagaimana dengan trimester kedua ini??
Haahaha, ini pertanyaan yang menyenangkan. Ya, semenyenangkan trimester kedua yang gak lagi merasakan morning sickness atau mual mutah berkepanjangan, itu pasti :D Dan poin kedua adalah, perutku sudah terlihat membuncit dan aku merasa benar2 hamil, hhahaha. Aku merasa seksi dengan perut buncit dan segala perubahan pada tubuhku. Beratku naik tapi aku sama sekali tidak gemuk dan aku suka itu.

Di trimester ini, aku sudah mulai bisa makan apa saja yang aku suka, malah nafsu makanku bertambah laiknya balas dendam di bulan sebelumnya yang sama sekali gak doyan apa-apa. Jadinya aku banyak makan+jajan dan itu berimbas pada kenaikan berat badan, yey!! Akhirnya beratku naik juga :D
Orang-orang di sekitarku sudah mulai menyadari kalau aku hamil dan memberi perhatian lebih padaku. Aku harus berkata bahwa itu sangat menyenangkan! Mendapat perhatian dari banyak orang dan mendapat permakluman yang lebih membuatku merasa istimewa walopun itu hal-hal kecil saja. Katakanlah seperti, temanku akan secara sadar menggandeng tanganku dan berusaha menempatkan posisinya pada arah datangnya kendaraan saat kami akan menyeberang, atau aku akan diantar jemput ke suatu tempat dan tidak diijinkan jalan sendirian hanya karna aku hamil. Sepele bukan?? Tapi itu cukup membuatku merasa dibanjiri perhatian dan berdampak pada moodku yang menjadi hampir selalu baik di trimester ini.

Perubahan tubuhku mulai terasa signifikan. Perut yang semakin membesar, payudara yang lebih megar, kulit yang menjadi agak sensitif, tubuh yang terasa jauh lebih fit dibanding trimester pertama, dan kecentilanku bermain make up yang menjadi agak berlebihan, hahahha. Hampir semua mengira kalo bayiku adalah bayi perempuan karna wajahku jadi lebih fresh dan cantik saat hamil ini, cieeee… hhihihi..


well, it's not me ;)

Ngomong2 soal perempuan, di trimester ini, aku juga sudah bisa meminta dokter untuk melihat jenis kelamin anakku. Dan di bulan keenam saat pemeriksaan, dokter bilang kalo anakku adalah LAKI-LAKI !! berarti semua yang nebak perempuan salaaaah :p
Aku pun mengira kalo anakku bakal cewek, pun karna aku juga lebih pengen anak cewek hanya karna alasan bisa didandanin macem2 pake pita, bando, dan bajunya yang lebih variatif dan lucu. Alasan yang sama sekali tidak dewasa, hahahaha.
Saat di layar USG dokter menunjukkan bagaimana anakku melebarkan pahanya dan memamerkan titit kecilnya itu, anehnya, aku sama sekali tidak kecewa. Bahagiaku sama sekali tak berkurang walau ternyata jenis kelaminnya tidak sesuai dugaanku. Aku hanya merasa dia sangat lucu dan semakin tak sabar menantinya lahir. Dia akan jadi partner ayahnya nonton bola dan akan meramaikan rumah kami. Dia akan jadi anak pertama yang akan melindungi adik-adiknya kelak. Dia anak laki-lakiku yang kuat! Dia pangeran kecilku.. dia, hampir menjadi segalanya bagiku. Tentu tak boleh melebihi kecintaan umat pada Penciptanya.
Sehat terus ya, Sayang.. Mama Papa gak sabar ketemu kamu.


my thousand kisses waiting for u, :) :) 



Trimester pertama... kami... :)


Seminggu berada di Malang dan memastikan Mama cukup oke untuk ku tinggal, aku pun langsung balik ke Bintaro. Kangen juga sama Mz. Aku ingin memeluknya erat dan mengabarkannya seakan dia belum pernah mendengar berita kalo aku hamil. Aku ingin melihat ekspresinya langsung di depan mataku dan memegang pipi ayah dari anak yang ku kandung sekarang ini.
Tapi jelas bukan ekspresi menggebu-gebu seperti yang kuharapkan itu yang kudapatkan dari Mz. Dia bukan tipe orang seperti itu, harusnya aku sudah menyadarinya sedari awal. Tapi aku jelas melihat senyum dan binar matanya yang memandangku lebih lama. Pelukan yang lebih erat lebih dari biasanya. Entah karna rindu seminggu tak bertemu, entah karna aku yang bersemangat mengulang kabar kehamilanku itu. Tapi yang jelas aku sangat menikmati pelukan hangatnya..
Dia, laki2 yang akan mewariskan sifat dan bentuk fisik pada janin yang kukandung. Aku memegang pipinya, 
“Selamaaat yaaa.. bentar lagi mau jadi ayah!” dan dia langsung mengecupku. :)

Jadii.. ini sudah 6 minggu. Kalo dihitung berarti aku sekarang memasuki trimester pertama. Kebahagiaan kalo aku mengandung ternyata semudah itu tergusur berganti dengan mual mutah yang cukup merepotkan. Ya, seperti ibu hamil pada umumnya, aku pun harus mengalami morning sickness. Mual dan mutah ini benar2 mengganggu. Aku sama sekali tak bahagia dengan ini. Janin yang kukandung belum terasa di perutku, tapi aku sudah seperti orang pesakitan yang gak bisa melakukan hal yang berarti bahkan untuk diriku sendiri. 
Segala pekerjaan rumah mulai dari bersih-bersih, mencuci hingga menyetrika semuanya Mz yang mengerjakan. Memasak? jangan ditanya. Bau bawang saja aku sudah mual luar biasa. Minum air putih setengah gelas saja maka sudah cukup jadi pemicu untuk memutahkan segala yang kumakan kemaren malam. Jalan-jalan? aku sudah cukup lelah bahkan aku kekurangan darah sehingga butuh suplemen tambahan.
Aku cuma bisa terbaring di tempat tidur. Ya, persis seperti orang pesakitan. Aku saja jijik melihat diriku yang lusuh, lemas, tak bergairah, kusam, dan segala teman-temannya itu. 

Hingga usia kehamilan 14 minggu, aku masih mengalami mual mutah dan nafsu makanku lenyap. Aku gak bisa makan nasi, makan apapun gak ada selera sama sekali. Yang bisa masuk ke perutku hanya sekitar buah, jus, ubi dan jagung. Mz benar2 mengkhawatirkan giziku yang jelas akan berdampak pada janinku. Di trimester pertama ini harusnya giziku lengkap dan sehat karna ini adalah saat-saat pembentukan otak janin. Bagaimanapun aku mencoba untuk memasukkan makanan, tak akan bertahan lenih dari 20 menit diperutku. Setelahnya akan berakhir di tempat pembuangan sebagai mutahan yang sia2. Kalo sudah begitu mood ku akan sangat kacau. Memasukkan makanan itu butuh perjuangan ekstra untuk menahan mual dan memotivasi diri sendiri, tapi dengan mudahnya terbuang begitu saja hingga lemas seluruh badanku. Alhasil, di usia kehamilanku ini, berat badanku bukannya naik tapi malah sukses turun 3 kg. selamat! L

Trimester pertama ini benar2 jadi ujian buat kami. Mz harus dengan ekstra sabar meladeniku yang secara spontan berhenti dari kegiatan rutin rumah tangga sehari-hari. Belum termasuk hal-hal lain yang menguras tenaga, kesabaran, dan perhatiannya, seperti menyuapiku makan di sela2 jam makan siangnya; menahan kesabaran saat tiba2 moodku kacau dan aku menangis karna hal yang sangat sepele; mengganti sprei yang terkena mutahanku; siap untuk bangun tengah malam kalo tiba2 aku merasa mual dan memijit pundakku hingga aku merasa baikan. Pun dia harus bolak-balik Bogor-Bintaro setiap hari saat ada tugas luar kota yang memaksanya meninggalkanku. Delapan minggu yang cukup melelahkan. Delapan minggu yang benar-benar baru, menguras emosi dan tenaga, dan tidak terduga sebelumnya. 

Trimester pertama ini diakhiri tepat di hari ulang tahunku, yang secara mengejutkan, perutku mampu menampung nasi bebek surabaya tanpa dikeluarkan lagi. Dan aku merasa sangaaat luar biasa bahagia!! Selama beberapa minggu tak bisa menikmati nasi, kali ini aku menghabiskan separuh porsi nasi putih tanpa mual dan mutah dan aku merasa sangat sehat. Hhahaha. Sepanjang perjalanan, aku dan Mz benar2 membahas separuh porsi nasi putih tadi dan berharap ini memang akhir dari trimester pertama yang menguji kesabaran kami.
Sepertinya akan mustahil bagiku melewati trimester pertama ini tanpa kesabaran dan dukungannya. Aku tau aku menikahi laki2 yang sangat baik, tapi sekarang aku menemukan bahwa dia menjelma menjadi lebih dan lebih dari sekedar istimewa. Dan aku adalah wanita beruntung yang menjadi pilihannya. He’s an almost-perfect man in my life.
Finally, we ended it up well.  Delapan minggu yang pada akhirnya bisa kami kenang karna kami mengakhirinya dengan, well if you let me say, cukup baik, terlepas dari apa yang kami lalui, tapi disini aku melihat kerjasama antara aku dan Mz.
Thanks Allah for giving me the chance to feel this miracle and bleseed with great husband that i never imagined before.  Never enough to say Alhamdulillah :)


,

...and here comes the miracle in my belly :))


“Kamu hamil ya??”, kata Mama spontan di tengah perbincangan kami,
Aku yang sedari tadi asyik makan rujak manis hampir kesedak gara2 pertanyaan Mama yang tiba2 itu. 
“Gak lah Ma”, kilahku sambil menuang air putih.
“Emang kapan terakhir mens??”, kejar Mama
Deg! Oiya, kapan ya?? Kayaknya udah lama juga gak mens. Seingetku…. Astaga tgl 5 Februari!! Itu artinya udah satu setengah bulan yang lalu. Kali ini aku berhenti makan dan menoleh ke Mama,
“Limaaa Fe..bru…a…ri……”,
“Sekarang udah tanggal 20 Maret.. kamu udah cek belum??,” tanya Mama sambil cekikikan.
Hah?? Hamil ya? Ah masa iya sih secepat ini aku hamil? Baru tgl 12 Januari kemaren aku married, terus sekarang udah telat mens  aja. Honestly, telat mens bukan sesuatu yg baru sih. Udah seeriiing banget telat mens, bisa 2 bulan sekali, bahkan 3 bulan sekali aku mens. Dulu waktu masih belum nikah sih, mau telat seberapa lama juga sebodo amat, lagian gak ngerasa sakit apa2, jadi cuek2 aja. Tapi sekarang? Gak bisa secuek itu juga.. walopun tadi masih diingetin sama Mama sih, hhehe. Iya, ini udah telat 44 hari, harusnya aku cek.
Well, akhirnya malam itu, aku minta Kakakku, Adi, buat nganterin beli testpack di Alfam*rt. Malam itu udah gak sabar pengen ngecek, tapi kata Mama mending besok pagi karna pipisnya masih 'bersih' istilahnya, jadi hasilnya lebih akurat. Ya,ya, aku harus bersabar sampe besok pagi.
Esok paginya, aku langsung cek. Agak kikuk sebenernya karna ini pertama kalinya aku megang testpack. That small thing will bring big news in a moment..
Menunggu garis merah itu muncul, aku jadi keingat teman SMA yang dulu pernah bilang kalo aku bakal susah hamil karna jadwal mens ku yang gak teratur. Emang kalo dibandingin sama temen-temen yang periodenya teratur sih sempet ketar-ketir juga kalo sampe beneran apa yang dibilang temenku itu.. ahh naudzubillah..
Garis merah itu muncul. Awalnya satu. Lalu disusul garis merah kedua. Samar. Tapi akhirnya cukup jelas untuk memastikan bahwa ada dua garis merah disitu. Iya, dua garis merah. Itu artinya…aku positif hamil.


Selama beberapa saat aku terus memandangi dua garis merah itu. Menimbang-nimbang dengan perasaan yang aku gak tau sebenernya seperti apa. Bukan perasaan yang syukur-alhamdulillah bisa hamil. Lebih tepatnya belum. Belum. Karna waktu itu aku masih meraba, hamil itu seperti apa? Ya, aku sering melihat orang hamil, tapi bagaimana itu bisa terjadi pada diriku sekarang? apa aku bakal bahagia? Apa aku bakal berubah? Jadi perutku sebentar lagi gak akan serata ini? 9 bulan lagi bakal ada bayi yang keluar dari rahimku? Seperti itukah?
Aku benar2 tak tau bagaimana perasaanku. Maksudku.. hei, aku hamil, terus apa selanjutnya?
Jeglek. Pintu kamar dibuka. Mama muncul dari balik pintu sambil bertanya, 
“Gimana?”
“Hamil.” Aku menjawab datar tanpa ekspresi.
“Tuuuh kaaan, Mama beneeer”, ucap Mama seraya melangkah ke arahku, 
“Selamat ya anak Mama,” disusul cium agak keras di kening dan senyumnya yang mengembang. 
“Mama mau ngasih tau Papa. Kamu buruan telpon Canggih!”.
Aku masih memandangi Mama sampai Mama keluar dari kamar.
Ah ya, telpon Mz! Aku langsung menyambar handphone di atas meja kamarku. Tak butuh waktu lama untukku menunggu telpon dijawab dan kalimat pertama yang meluncur dari mulutku bukan salam tapi..
“Aku hamil.”
“Hah?? Yang bener? Udah dicek? Kapan?
“Barusan. Dan aku positif.”
“Alhamdulillah………”
Dan kalimat2 yang meluncur dari bibirnya cukup membuatku membisu. Dia terdengar benar2 bahagia diujung telepon sana. Dia membayangkan bagaimana dia akan menjadi seorang ayah dan bagaimana kami nanti akan jadi keluarga yang sempurna dengan anak yang ganteng yang bisa diajaknya main bola. Dia membayangkan bagaimana cantiknya kalo anak ini punya mata seindah mataku dan hidung yang mancung seperti kami. Dan banyak hal lain yang cukup membuatku membeku. Aku mendengar setiap perkataannya dan kebekuan itu cair saat pipiku basah. Seperti ada embun sejuk yang langsung menyergap hatiku yang tadinya pias. Aku, dengan telat dan begonya, baru merasa bahagia. Bahagia tak terkira sampai air mata yang berbicara. Bahagiaku langsung meluber sampai aku tak bisa berkata. Ditampar dengan sangat cantiknya bahwa ini adalah karunia yang luaaar biasaaa. Hey, ada keajaiban dalam perutku dan aku salah satu dari sekian wanita beruntung yang mendapatkannya!
Oh Tuhanku, Allah.. Allah.. syukur Alhamdulillah Ya Allah… aku hamil. Aku hamil Ya Allah.. Terimakasih.. terimakasiiihhh..

Esoknya, setelah mengantar Mama terapi ke RSU, aku sekalian USG kandungan dan ternyata, he’s already 5 weeks in my belly. God, I still cant believe that there’s something in the USG screen that doctor said it was my son. Anakku…. Itu calon anakku ada disana… *nahan nangis* telhaluuuuu...
Tiba2 keinget apa aja yang udah aku lakuin selama 5 minggu kebelakang. Mulai dari minum cola/soda, mie instan, antibiotik, nanas, dan yang lainnya yang itu sangat mungkin membahayakan janinku. Aku langsung menyadari kebodohanku. How could I didn’t realize that I’d been late for my period?? How could I endanger him carelessly?? How fool I am… L
Tapi dokter cukup menenangkan kalo babyku oke. Dan mungkin karna ketidaktahuanku, Allah masih memberi kekuatan yang sangat besar buat dia. Sekali lagi, syukur tak terkira Alhamdulillaaah..
Duh Nak, maafin Mama.. Kamu yang kuat ya di sana… yang kuat! Mulai hari ini Mama gak akan sembarangan, Mama akan jaga kamu, Insyaallah ketemu 35 minggu lagii yaa.. 
u’re my son, and u must be strong! 

Love is in the air :)



Friday, 7 June 2013

Review Catering di Malang


Haiii dear, 
Maaf baru melanjutkan postingan lagi..
Di postingan sebelumnya kan udah dibahas mengenai tips and tricks ala Afril tentang menghemat anggaran untuk wedding catering,
Nah ini ada info tambahan yang mungkin bisa membantu para capeng (calon pengantin) yang mau mengadakan acara resepsi di Malang. Kebetulan brosur catering ada yang aku simpen 3, bisa dijadikan gambaran dan perbandingan nih kalo mau pesan catering di salah satu vendor berikut:
Yang pertama: DUTA CATERING alias CATERING BU DJITO
Alamat : Jl. Raya Dadaprejo No.26 Areng2 (I km dri Sengkaling) Batu. Ancer2nya Kanan Jalan kalo dari kota.
Telp. (0341) 464250, 462705. Fax: (0341) 467077

Sebenernya ini adalah vendor yang udah aku incer bakal aku pake, secara kualitas kuantitas dan profesionalitasnya udah gak diraguin lagi. Ini saingannya Sonekembang katanya. Pas kesana, kebetulan ada tester gubug dimsum sama lontong kikil Surabaya plus minuman jus Jambu merah. Hmmmm, sedaaaap banget! Udah jatuh cinta duluan lah.
Selain itu Duta Catering ini keliatan banget kalo udah lebih profesional dibanding vendor yang lain yang aku temui. Pas disana, sembari aku sama mama nyicipin dimsum, mereka bikinin proposal menu 1 sampe 5 (menu tergantung harga per paket yg kita ambil) yang udah diitungin berdasarkan jumlah tamu dan pilihan gubug. Nah ini bisa kita pelajari dirumah.
Tapi pas liat harga dan perhitungannya, taraaa!! Gak jadi, huahahahhaha… terhalang budget mameeeeen :malus:
Ini aku tampilin brosur yang aku ambil waktu itu sekitar November 2012, jadi kalo ada perubahan paling gak jauh2 dari situ J
So here it is…



hehehe, maap kalo gambarnya burem yaa, pake hape ngambilnya ^^v

            Yang kedua: RISA KINARYOSIH CATERING & EVENT ORGANIZER
Alamat: Jl. Sarangan no.24 Malang
Telp dan Fax: (0341) 482590
Fb: CV. Risa Kinaryosih

Dulu sebenernya udah mau ngambil ini, kebetulan budget masih cukup lah kalo kesini dibandingin ke Duta.. hehehe, tapi sekali lagi, gak jadi! Karna udah tertarik sama vendor sebelah. Masalah kualitas dan kuantitas belum pernah membuktikan yaa..
Kalo diliat dari beberapa review temen2 yang udah pernah pake vendor Risa ini sih ada yg bilang bagus dan puas, tapi juga ada beberapa keluhan disana sini. Yah, jadi belum bisa ngambil kesimpulan yang bener gimana.



            Yang Ketiga: SUSAN CATERING alias CATERING BU. Hj. SUTJIANI
Alamat: Jl. Bunga Camalia 08 Malang (kantornya),
  Jl. Mayjen Panjaitan Gg.15/1 alias Mbethek, gang sebelah Indomaret.
Telpon : (0341) 552822, 9267000, 0856 3570 910

Nah, kalo ini aku bisa cerita banyak, karena kemaren pas wedding jadinya pake ini :D
Pertama taunya dari milis yang bilang dia puas banget pake Susan, karna selain harganya lebih miring, masakannya enak, dan juga per porsinya buanyaaak, jadi gak takut kehabisan. Dan yap! Benar sekali. Aku udah ngebuktiin sendiri.
Btw nih, cari ni vendor sampe 2x lho ke Malang, secara rumah di Kabupaten yaaa…muter2, kesasar, nyampe di jalan Kamelia ah blablabla, tapi it’s all worth it lah! Alhamdulillah gak salah pilih, malah bisa dibilang, seperti yang pernah saya post sebelumnya, saya puass sekali pake vendor ini. Hampir semua memuji masakannya enak, porsi yang diberikan banyak dan itupun setelah acara masih sisa banyaaaaak banget, alhamdulillah bisa dibagi2in ke sodara2, tetangga, dan yang membutuhkan.
Mbak nya juga ramah, sama kaya mbak2 di vendor yang laen (secara yaaa mereka kan harus melayani sepenuh hati, ini duitnya juga gede, jutek dikit gak bakal kepake, hahahah)
Setelah nego beberapa kali, alhamdulillah dapet bonus lumayan banyak. Yang bikin tertarik adalah menu gubug yang rata2 lebih murah. Secara aku ngambil 6 menu gubug + 1 prasmanan, jadi harga menu gubug juga jadi prioritas dalam memutuskan vendor yang aku pilih.

Menu yang aku saranin disini –menurut seleraku yaa- itu yg pasti Salad buahnya, hmmm nyummi banget, tergolong murah, kejunya banyak, pilihan buahnya bagus (dulu pernah di nikahan temen apel saladnya agak keras)
Yang kedua, martabak! Terkenal nih kalo dari Susan, karna dulu katanya vendor ini berawal dari penjual martabak yg terkenal di seantero Malang
Ada lagi Nasi Goreng Susan. Ini Nasgornya komplit dari potongan ayam, sosis, dan keju potong dadu yang bikin nambah enak dan juga wah!
Untuk desertnya nya, aku suka es manado! Sipp bangettt.. semua keluarga dan undangan pada suka es ini. Habis duluan! :D
Tamu undangan juga banyak yang muji tahu campurnya, bahkan ada beberapa yang ngaku ngambil 2 kali, hahahahha, ada2 aja…
Pokoknya kalo masalah rasa dan porsi, aku kasih keempat jempol aku deh!

Soo…. Here they are! 


soo.. everyone, happy preparation for one of the most special day in ur life!!
semangaaaattt!! :D

Thursday, 31 January 2013

Wedding Review : Catering :)



Hai dear…


Lama banget nih gak ngeblog..

Hmm.. actually mau ngeshare pengalaman tentang weddingku kemaren sih, hhhehe.. soalnya kemaren kan kebanyakan nanganin sendiri tuh dan kebanyakan infonya dapet dari internet. Sayangnya gak semua vendor yang bagus punya website yang menawarkan produk dan jasa mereka di bidang wedding ini, kaya catering, dekor, salon, dsb. Padahal sayang banget kan? Di jaman yang serba online macem kaya gini mengembangkan usaha lewat internet itu sebenernya jauh lebih murah dan juga efektif. Apalagi kalo yg nyari info masih muda2 kaya aku gini, hhehe.

Oke langsung aja review vendor yang paling crusial dan pertama: CATERING :) 

      Ini jelas vendor yang paling crusial kalo mau ngadain hajatan yang ngundang banyak orang. Kenapa?? Karna kalo sampe ada cacat atau kekurangan di makanan itu bakalan jadi omongan semua tamu undangan plus! malunya gak ketulungan.. bukan cuma mempelai aja nih yg malu.. tapi orangtua alias keluarga yang lebih malu. Secara mereka kan yang lebih sepuh dan tamu udangan lebih banyak dari mereka kan? So… kalo gak mau malu2in keluarga jangan sampe salah milih vendor catering ini..
Cari info sebanyak banyaknya tentang kredibilitas, kualitas, dan juga service yang diberikan. Bandingkan harganya. Jangan salah, yang mahal (biasanya yang udah punya nama) belum tentu lebih bagus dari yang murah. Kenapa? yang murah bisa jadi lebih inovatif lho dan sedang giat2nya membangun bisnis, tapi kualitasnya ternyata gak kalah sama senior2nya.  Satu hal lagi, karna catering ini jelas seputar masakan dan dekorasi penyajian makanan maka jelas semuanya balik ke selera masing2. Ada yang bilang vendor ini enak, tapi kalo gak cocok di lidah kita, masih bisa oke? Gak kan? Sooo,,, mencari informasi bukan berarti langsung justifikasi ya. Ada baiknya tanya2 langsung ke vendor yang bersangkutan. Samperin! Jangan males2an. Ingat ya.. ini crusial J



Well, vendor catering yang ada di Malang ada beberapa macam dan setelah survei ke beberapa vendor secara langsung ditambah info dari discussionnya weddingku.com (lumayan dapet info banyak lho disinii) aku akhirnya mempercayakan Susan Catering untuk menangani acara resepsi pernikahanku. Alamatnya di Mbethek. Ntar aku posting kalo udah ketemu brosurnya. Hhehe,maap yeee..
Ini cateringnya lumayan murah harga gubugnya dibanding yang lain, berkisar antar 6.000 sampai 10.000an. Mbak Ira yang nanganin ini ramaah banget. Sempet nego2 dan nawar bonusan2 gtu akhirnya dapet juga, lumayaan.. hhehehe.. baik yaa..
Sebelum ngasih DP, perwakilan dari Susan Catering dateng buat ngasih test food semua makanan yang bakal aku pesen. Mereka mau dateng kerumah soalnya waktu itu hujan jadi aku males kesana :p sekalian mau survey gedung yang aku pake juga sih.. kebetulan gedung resepsinya di deket rumah.
Dari pra acara sampe purna acara aku bisa bilang kalo pelayanannya bagus *plok plok plok plokkk* 
Pra acara >> aku termasuk tipe orang yg ceewet dan banyak maunya, udah gitu masih nego2 pula, hhehe, tapi mbaknya sabar nanggepinnya, dilolosin pula bnusan yang aku minta, keren kaan?
Pas acara >> Piring2 kotor udah aku wanti2 buat selalu segera diberesin kalo udah kliatan numpuk jadi gak kececeran di meja dan terkesan kotor, and they did it well J
        Cuma satu kekurangannya: bakso nya dikeluarin pas acara setengah jam mau selesai, padahal harusnya itu dikeluarin awal2, tapi itu gak jadi soal, krna emang menu yang aku pesen lumayan banyak.
Setelah acara >> makanan semua langsung dijadiin satu sama pihak catering, dikasih semua ke aku.
Jadii Bisa dibilang kalo buat catering, acara resepsiku ini sukses lah. Hampir semua muji masakannya enak. Dan ternyata masih banyak sisanya yang dibawa kerumah. Waktu itu aku pesen 350 porsi buffet, 300 porsi sate ayam, 300 porsi tahu campur, 300 porsi bakso malang, 275 porsi salad buah, 500 porsi kecil es puter (karna udah ada 350 porsi es manado di menu buffet) dan dapet bonus 100 porsi martabak. Itu semua untuk 600 undangan. Tapi ternyata sisa makanan banyak lho.. sampe dibagi2in lah dan itupun masih sisa banyak buat makan dirumah besoknya, alhamdulillah banget :D
Dari 1 sampe 10 aku kasih nilai 9 deh buat Susan Catering. Pokoknya puas lah sama pelayanannya.
Well, ini aku kasih tau cara perhitungan kalo mau pesen catering:
Kalo misalnya undangan yang disebar 600 berarti harus menyediakan minimal 1200 porsi makanan (yang datang kan biasanya bawa gandengan alias pasangan). Kita tentu gak harus mesen menu buffet  semua tapi bisa dibagi sesuai budget dan selera, tapi tentu harus memperhatikan komposisinya ya,,
Perhitungan sederhananya seperti ini (harga rata2) :

  • Buffet   (sdh trmsuk minuman) 300 porsi x Rp 34.500 = Rp 10.350.000
  • Gubug    
    1. Dimsum --> 300 porsi x Rp 10.000 = Rp  3.000.000
    2. Sate ayam -->300 porsi x Rp 10.000 = Rp  3.000.000
    3. Tahu campur  -->300 porsi x Rp 10.000 = Rp  3.000.000
    4. Es (tambahan) --> 300 porsi x Rp 5.000 = Rp  1.500.000

  • Total 1200 porsi  = Rp 30.850.000
Kira2 seperti itu perkiraan perhitungannya, tentu menu dan harga sangat bervariatif untuk masing2 vendor.
Tips hemat memilih vendor catering pernikahan:
1.   Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang vendor catering yang ada di daerahmu. Bisa lewat sharing calon pengantin maupun yang sudah pernah memakai jasanya. Kalo dari internet, lihat di blog2 pribadi karna penilaian lebih objektif atau di sharing2 diskusi semacam weddingku.com. Lebih baik jangan mengambil vendor dari luar kota karna akan dikenakan charge tambahan dan ingat mereka tentunya membawa masakan itu di perjalanan yang jauh, kualitas masakan bisa terpengaruhi.
2.   Datangi langsung vendor yang sudah terpilih, misalkan 3 vendor. Tanyakan semua hal yang ingin kalian ketahui, jangan sungkan! Misalkan: sisa makanan menjadi milik vendor atau dibungkuskan buat kita.
3.   Mintalah proposal atau draft perhitungan. Tentunya pastikan dulu jumlah tamu undangan agar perhitungan tidak meleset.
4.  Untuk menghemat anggaran, paling enak ya ngambil menu gubug porsi berat yang lumayan banyak, misalnya nih sate atau lontong kikil. Ini untuk menghindari tamu ngambil menu yg laen karna udah kenyang makan sate duluan,hhhehe. Kalo menunya semacam dimsum, crepes, martabak, dll, maka sediakan porsi berkali2 lipat supaya gak kehabisan makanan. Sekali lagi, ini untuk yg budgetnya terbatas yaa ;)
5.   Jangan malu buat nego. Sebaiknya sih nego bonusan bukan potongan harga.  Misal, nego bonus es puter (dessert) atau masakan gubuk 100 porsi, dibandingin kalo minta nego potongan harga. Kenapa? Karna sebaiknya untuk makanan jangan sampe porsinya mepet2 banget, usahakan dilebihin aja J
6.  Minta pendapat sama pihak catering karna mereka jelas lebih berpengalaman dibanding kita, jadi pasti ada saran2 yang bisa kita pertimbangkan. Misalnya bisa minta saran tentang menu, warna dekorasi, tema, dll.
7.   Pas hari H, percayakan pada satu atau dua orang keluargamu buat ngecek apakah jumlah makanan yang kita pesan udah sesuai, mana menu yg harus dikeluarin terlebih dahulu, apakah penataan dan warna dekor meja sudah sesuai dengan yg kita minta, dll
8.  Nah ini pengalamanku kemaren, buat kalian calon pengantin, kalian bisa minta buat disisihin makanan buat pengantin sendiri. Karna ntar pas acara kalian gak bakal sempet nyicipin makanan saking sibuknya foto2 sama tamu, haahaha..

Oke, itu dulu seputar catering, vendor yang lain menyusul yaaa…!! Caoo!! :D

Sunday, 13 May 2012

Kehilangan Senyum




Ujian AKL hancurr. Gak ada satupun yang bisa selesai dengan sempurna, semuanya salah..
Tema PKL  gak bisa diubah, dapet perpajakan yang sama sekali gak kebayang gimana bentuk n cara ngerjainnya. Buta! Aku bener2 buta. Dan dengan segala cara ternyata tetep aja gak bisa diubah. Mz pun gak bisa bantu walopun udah usaha.
Mata juga berat karna semalam gak tidur begadang AKL dan efek kopi masih bikin mata melek walopun perih.
Nanti siang, tepatnya 2 jam lagi aku harus ngajar sampe 6 jam kemudian.
Jangan tanya materi ujian besok. Belum kesentuh sama sekali, padahal besok juga ujian pagi. Ini uas terburuk sepanjang kuliahku.
Perut mulai kemarin malem nyeri gara2 haid yang entah kenapa datang lagi, mungkin karna lelah siklusku tak teratur.
Aku pengen tak sadarkan diri, tiba2 hari ini terlewati dan besok senyumku kembali. Tapi kini aku hanya duduk terpojok. Menangis sambil menulis sepertinya lebih bijak daripada menangis pada orang dan menceritakan akar masalahmu yang membuat kau semakin ingat akan kesedihan itu dan airmatamu tak bisa berhenti kecuali 2jam kemudian.
Aku memilih untuk tak bercerita saja, karna semuanya akan menghibur dengan kata2 (sok) bijak yang aku sudah hafal diluar kepala. U know that no wise words gonna stop the bleeding.
Apa boleh buat, aku bersama airmata. Rasanya lebih intim seperti ini. Bisa sesenggukan tanpa ada yang mencela. Merasakan asinnya airmata yang menerobos sudut bibirku. Biar, biar kunikmati semua sendiri. Tak ada yang mau menjilat airmatamu pun luka pedihmu. Keluarkan yang berkecamuk dalam dada, nikmati prosesnya. Besok aku yakin aku akan tertawa, aku yakin besok senyumku akan ringan seperti biasa. Jadi nikmati prosesnya, meskipun airmatamu bergulir demikian derasnya, tapi kepercayaanmu tak boleh luruh begitu saja. Kau sangat percaya pada Allah yang teramat baik memberimu kejutan2 manis dan keberuntungan tak terhitung jumlahnya. Kau percaya bahwa Allah menjagamu kapan pun dan kau tak pernah kehilangan kepercayaan itu. Pun sekarang seharusnya begitu.
Semua sudah direncanakan. Untukku yang memang bukan perencana dan memang tidak suka merencanakan, aku lebih memilih pasrah pada Allah. Aku yakin rencana-Nya jauh lebih matang dan terorganisir tapi penuh kejutan. Semoga aku bisa merabanya mulai sekarang. Meraba rencana yang Kau susun indah itu untukku.
Aku mencintaimu Allah, aku percaya, aku percaya. utuh. dan aku yakin Kau akan membuatku tersenyum lagi.